Tampilkan postingan dengan label catatan perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan perjalanan. Tampilkan semua postingan

Senin, April 06, 2009

Riuhnya Suasana Malam di Kuta dan Legian

Di tengah malam...
Aku lewati jalan-jalan di Legian dan Kuta, Bali
Sepanjang jalan kulalui cafe-cafe mewah dengan lampu temaramnya

Terdengar musik mengalun dan gelak tawa riuh rendah
Dari para pengunjung asing dengan busana yang minim dan sexy
Wajah-wajah pribumi terlihat sebagai pelayan atau teman bagi para tamunya

Ku telusuri jalan langkah demi langkah
Bagi mereka setiap hari adalah pesta
Bagi mereka setiap hari adalah keriaan
Bagi mereka setiap hari adalah kesenangan

Berbagai cara manusia menikmati dunia

Apa arti kehidupan itu?

Antara kebahagiaan dan kesedihan
Antara pesta dan bencana
Antara gelak tawa dan tangis
Antara suka ria dan duka
Antara kekayaan dan kemiskinan
Antara sehat dan sakit

Hidup terus berjalan sampai di batasnya
Namun jiwa akan terus melampui batas dunia
Berjalan dan terus berjalan
Naluri untuk mencari penciptaNya

@Bali, Oktober 2008

Sabtu, April 04, 2009

Catatan Perjalanan: Semalam di Kuala Lumpur

Setelah 2 hari berkeliling Singapura, perjalanan dilanjutkan ke KualaLumpur (KL) dengan kereta api (KA). Sesampai di stasiun jam 10.00 malam. Suasana stasiun KA sangat berubah drastis dengan suasana kota Singapura yang serba modern dan bersih. Suasananya seperti statiun KA di Indonesia, kusam, kurang bersih dan ramai. Menurut ceritanya, stasiun KA di Singapura ini adalah milik Malaysia bukan Singapura. Dan petugas loket sampai securitynya adalah orang Malaysia, jadi wajar saja kalau dibandingkan tempat-tempat di Singapura, stasiun KA ini terlihat jauh tertinggal.

Setelah melalui penjagaan tiket, kami menuju gerbong KA. Kami membeli kelas ekonomi, tiketnya sekitar 73 MYR kalau dikurskan ke Rupiah sekitar 250 ribuan. Kereta apinya tidak mewah, terlihat biasa. Kalau di Indonesia seperti kereata api Parahiyangan. Kami membeli tiket ekonomi, bedanya hanyadi tempat duduk. Kalau di kelas VIP ada tempat tidurnya. Suasana di kereta juga kurang nyaman, karena kereta berjalan sangat lamban dan di setiap stasiun berikutnya selalu berhenti dan beberapa penumpang naik dan turun sehingga pintu gerbong mudah sekali terbuka dan tertutup. Bila terbuka, udara dingin masuk menusuk tulang begitu pula suara mesin kereta sangat mengganggu kita untuk tidur.

Yang menarik sejak di statiun KA, sejak kita menunggu sampai kereta api berjalan, tidak ada sama sekali 'pengumuman' dari speaker mengenai keberangkatan atau pemberhentian di statiun berikutnya, maupun pemeriksaan surat-surat. Sehingga semua dilakukan dalam kebisuan dan keheningan. Sekitar jam 2 malam, kereta api berhenti di statiun dan tidak ada pengumumam kita harus turun. Kami hanya mengikuti penumpang lain turun, dan ternyata kami harus masuk ke ruangan untuk pemeriksaan surat-surat dan dokumen keimigrasian.

Semua penumpang turun dari gerbong, bagi orang indonesia hal ini sangat mengkhawatirkan karena kita meninggalkan gerbong dimana semua barang-barang masih didalam kereta. Kalau di Indonesia pasti seluruh tas dan barang-barang kita sudah hilang disambar maling. Saya melihat seluruh petugas dan anjing pelacak masuk ke gerbong kereta dan memeriksa seluruh barang kita setelah semua penumpang keluar dari gerbong dan masuk ruangan. Sepertinya pemeriksaan ini untuk mencegah penumpang yang membawa drug atau narkoba dan sejenisnya. Mengingat Malaysia sangat ketat dan keras untuk masalah narkoba.

Aku salut melihat Malaysia sudah bagus menerapkan hal tsb.Dan aku merasa seperti di film-film perang , dimana naik kereta di tengah malam dalam kebisuan dan tiba-tiba diminta turun dan diperiksa seluruh dokumen dan tas kita. Tanpa ada pengumuman atau petugas yang bicara . Bahkan disaat kita harus masuk kembali ke kereta, tidak ada pengumuman lagi, kami hanya mengikuti penumpang lain yang berjalan di depan.

Setelah duduk kembali, kereta berjalan lagi. Namun perjalanan terasa sangat panjang yang kami rasakan, karena kereta berjalan lambat. dan kami tidak bisa tidur walau sebenarnya sangat lelah setelah 2 harian berkeliling kota Singapura. Sekitar jam 4 subuh , kereta sudah mulai mendekati kota KL. Dan jam 5 kami sudah sampai di stasiun KA KL . suasana masih sangat malam dan gelap di statiun. Karena selisih waktu 1 jam dengan Jakarta yang membuat KL masih gelap dibanding kan Jakarta.

Suasana statiun KA tidak beda dengan Jakarta, karena kami sudah disambut dengan sopir taxi . karena khawatir dengan adanya calo spt di jkt , kami memutuskan pesan taxi melalui jalur resmi yaitu tempat pemesanan taxi diinstansi kereta tsb.walau akhirnya taxi yang kita tumpangi sama dengan yang nawarin pertama kali saat kami tiba di stasiun. Taxi KL tidak sebagus diJkt bahkan kadang kita harus bilang untuk dinyalakan AC nya, dan sopirnya juga kurang ramah. Mereka sangat ngebut membawa kita menuju hotel.

Kadang saya berpikir kurang ramahnya orang Singapura dan Malaysia , apa karena citra Indonesia tidak baik di luar Negeri? Entahlah. Aku sendiritidak tahu. Tapi aku merasa orang Indonesia mungkin terbiasa kurang disiplin dan 'rame'.
Kami menuju hotel Nova, hotelnya cukup baik dan bersihSetelah mandi sebentar, dan menaruh tas lalu kami putuskan jalan-jalan melihat ibukota Malaysia.

Suasaana KL sama dengan Jakarta, rytme aktivitas juga seperti di Jakarta yaitu lebih lambat dibandingkan Singapura dimana sepertinya semua orang berjalan dengan cepat dan sibuk.Jakarta lebih mewah di gedung-gedung bertingkatnnya dan mall nya. Bila dibandingkan dengan KL namun dari itu semua, KL lebih bersih dan rapih. Transportasinya juga sangat baik. Tidak ada mikrolet atau ojek . bahkanbus-bus berangkat sesuai schedule . Busnya juga bagus-bagus dan besar-besar. Jalan trotoar pun bersih, dan tidak ada yang berlobang. Kendaraan bermotor tidak banyak seperti di Jakarta. Udara nya juga bersih seperti diSingapura. Kuala Lumpur Ibukota Malaysia , dengan tingkat populasi sekitar 1.200.000 orang , coba bandingkan dengan Jakarta yang tingkat penduduknya lebih dari10.000.000 orang?

Setelah dari Twin Tower, kami teruskan perjalanan ke goa nya umat Hindu. Tempatnya sangat indah seperti di China, karena ada bangunan tradisional China, angsa-angsa di kolam ikan, dan ada burung merpati terbang bebas dipelataran parkir dan di sisi nya ada patung sangat tinggi sekali, patung umat Hindu berwarna kuning emas. Aku tersenyum , di hari Maulid aku berkunjung ke tempat peribadatan umatHindu, namun sayang aku tidak sempat merenung tentang orang suci umatHindu tsb dikarenakan lelah menaiki anak tangganya yang berjumlah 272 dan sesampai di atas sudah kelelahan apalagi semalaman di kereta tidak tidur sedikitpun. Goa tesebut sangat tinggi dari daratan , di dalam goa ada tempat peribadatan umat Hindu dan beberapa lukisan dan patung orang suci umat Hindu tsb.

Setelah sore, kami balik menuju hotel, dan setelah magrib rencananya ke mall bagi rekan-rekan yang mau shopping. Aku memilih beristirahat di hotel daripada shopping karena lelah dan di singapura sudah sering kehujanandan kepanasan dan bahkan tidak tidur. Untuk makanan, kebetulan hotel tempatku menginap dikelilingi resto Chinese, sehingga kami yang muslim memilih makan masakan khas Malay. Namun untuk toilet umum di KL selalu menggunakan shower, sehingga tidak menjadi masalah bagi muslim seperti di Singapura.

Hari ke dua di KL, aku merasa lebih segar setelah cukup istirahat dan rencananya kami akan jalan-jalan ke Genting yang seperti daerah puncak, banyak pohon cemara di kiri kanannya. Menurutku , untuk kekayaan alam, Indonesia lebih bagus dibandingkan KL or Sing, namun tidak dikemas dengan baiik, dari sarananya maupun prasarananya. Genting sangat dikemas dan di package dengan manis sekali dan prasarananya juga modern seperti kereta gantung yang terpanjang di asia.

Setelah sore, kami harus balik karena tiket bus balik ke KL sudah dipesan. Suasanan jalan di KL tidak semacet Jakarta, dan selain bus untuk transportasi public juga ada monorail.

Kita check out sekitar jam 3 sorean menuju bandara KL, yang ternyata jauh sekali dari kota KL. Perjalanan hampir 1.5 jam padahal lalulintas tidak macet. Kami banyak melewati pohon kelapa sawit di kiri kanan jalan tol. Aku memikirkan tentang TKW Iindonesia yang jadi pekerja di kebun-kebun tsb. Sungguh jauh dari keramain, jauh dari ibukota KL.

Kami sampai di bandara. Bandaranya sangat luas, tidak sebagus bandara Cengkareng, namun tetep rapih. Kami take off sekitar jam 6 sore dan tiba di Jakarta jam 9 malam.

Itulah perjalananku di KL selama 2 hari, 1 malam. Lelah namun menyenangkan

@Jakarta, 4 April 2009

Jumat, April 03, 2009

Catatan Perjalanan: Malam Maulid Nabi

Tengah malam sekitar pukul 12.00 di malam Maulid Nabi tanggal 9 Maret 2009, Kereta yang kutumpangi meluncur dari Singapura menuju Kuala Lumpur.Kulihat beberapa penumpang sudah terlelap tidur. Sedangkan aku walau sangat lelah selama 2 hari keliling kota Singapura, namun belum bisa tertidur.

Dalam keheningan malam dan hanya terdengar suara kereta api beradu dengan relnya, membuat malam semakin senyap dan syahdu. tidak ada suara takbir atau shalawat Nabi seperti di rumah, yang biasa terdengar dari masjid-masjid sekitar rumah.

Ku teringat sosok Rosullullah , manusia agung yang diciptakan Allah Swt.apa yang bisa kulakukan dalam rangka meneladani sifat-sifatnya? kuteringat sholat ku selama 2 hari di Singapura terasa kacau secara syariat(menurut ku ) , karena perjalanan team dan tidak mudah meninggalkan rombongan , sholatku sering di rangkap-rangkap. Bahkan kadang bertayamum dan sulit menemukan tempat wudhu apalagi tempat sholat. bahkan arah kiblat pun belum tentu benar. aku hanya kuatkan niat .belum lagi makanan halal nya, walau mereka mengatakan 'no pork', namun aku tidak bisa menjaminnya, hampir selera makan ku di Singapura hilang saatmencium bau masakan noodle di seluruh lantai food court yang bagiku sangat membuat mual dan pusing.

Malam semakin panjang, dan aku belum bisa tertidur, selain kursi yang aku duduki tidak nyaman, pintu lorong kereta sering terbuka bila ada penumpang yang lewat , akibatnya suara mesin kereta semakin kencang terdengar masuk dan AC dari gerbong lain pun ikut masuk , dingin menusuk tulang.Pintu gerbang baru akan tertutup kembali setelah sekian menit terbuka,rupanya pintu otomatis nya sudah tidak berfungsi dengan baik.

Akhirnya aku bersholawat Nabi lalu kuputuskan sholat sunnah di kereta tengah malam ini dengan bertayamum dan sholat sambil duduk di kereta. Setelah itu karena kantuk juga belum datang, aku merenung sosok Nabi hingga perjalanan takdirku per detik ini. Hanya itu yang bisa aku lakukan mengisi malam Maulid Nabi ku, di kereta menuju Singapura to KL.

@Jakarta 3 April 2009
Sumber foto: http://sukemy.tripod.com/

Sabtu, Maret 14, 2009

Catatan perjalanan: Singapura

Sabtu pagi tanggal 7 Maret 2009 ku bergegas ke bandara. Aku diterbangkan takdir menuju ke Singapura, negara tetangga di ujung barat Indonesia. Setelah dua hari di Singapore , rencananya perjalanan akan dilanjutkan ke Kuala Lumpur dengan menggunakan Kereta Api.

Tentu saja hal ini sangat exciting buat aku karena dengan semakin kita bisa melihat belahan dunia lain, semakin kita banyak mengagumi Allah karena ciptaanNya. Dengan bertemu negara lain , dengan sistem yang beda, wajah yang beda, suasana yang beda, kehidupan yang beda, bahasa yang beda, culture yang beda , semakin saya kagum akan ciptaanNya

Saya beserta rekan-rekan sudah berkumpul dibandara Cengkareng sekitar jam 5.45 pagi untuk check in. Setelah boarding dilalui , tiba-tiba terdengar pengumuman delay sekitar 45 menit dari pihak Lion Air. Akhirnya kami menuggu lagi, dan baru sekitar jam 9 an kami berangkat menuju Singapore.

Bandara Changi , merupakan bandara terbesar di Asia Tenggara. Sungguh mewah dan bersih. Konsepnya bandara digabung dengan mall sehingga sangat beda dengan bandara di Cengkareng. Di Changi saat menginjakan lantai setelah keluar dari pesawat, lantai bandara sudah dilapisi karpet yang berwarna biru bermotif merah, dengan cahaya lampu yang terang benderang, dan udara sejuk dari AC. Saat berjalan menuju pintu masuk bandara disambut dengan berbagai macam barang di toko , mulai dari parfum, baju, elektronik, pernak pernik, coklat, permen , buku2, food and baverags, souvenir dsbnya.

Koridor dibuat sangat lebar, sehingga lalu lalang para penumpang bahkan yang menggunakan mobil kereta barang yang berlalu lalang sekalipun tidak mengganggu.
Belum lagi fasilitas dibandara, mulai dari internet gratis,business center, minum air mineral di kran, brosur2 pariwisata Singapre, majalah Changi airport bahkan brosur peta kota Singapura yang ada di setiap sudut.

Toilet di singapure modern dan sangat bersih, rapih dan tidak berbau. Tissue selalu tersedia. Namun bagi muslim mungkin sangat sulit , karena toilet di seluruh singapura dimana-mana menggunakan konsep toliet kering, hanya menggunakan tissue tanpa shower. Begitu pula dengan mushola, diseluruh mall sangat sulit mencari mushola untuk sholat.

Disepanjang koridor bandara Changi yang sangat luas , tidak terlihat calo sama sekali seperti di bandara Cengkareng. Begitu pula dengan copet dan preman tidak ada satupun. Semua Terasa aman dan nyaman. Turis –turis asing pun merasa nyaman menikmati fasilitas bandara Changi. Semua terlihat berhenti di fasilitas internet. Luas bandara Changi diperkirakan sebesar ...terdiri dari 3 terminal dan setiap terminalnya terdiri dari 3 -4 lantai kebawah.

Suasana bandara sangat sibuk. Namun pengunjug tidak perlu report berjalan di bandara yang sangat besar tersebut, karena dimana-mana ada fasiltias tangga jalan dari satu lantai ke lantai lain.
Sempat mencuri perhatianku adalah saat dimana-mana disetiap sudut bandara , selalu ditaruh pot bungga besar yang berisi bunga anggrek.

Singapura benar-benar telah berhasil menjual dirinya sbg negara yang bisa dikunjungi wisatawan dunia dan pebisnis. Bahkan bunga anggrek ciri khas Indonesia pun sudah berubah menjadi ciri khas bangsa ini. Saya hanya bisa tersenyum kecut.

Keluar dari bandara saya dan rekan-rekan menggunakan MRT menuju Orchad street, dimana hotel Supreme merupakan tempat aku dan teman-teman menginap.

MRT (Mass Rapid Transit) adalah sejenis kereta listrik yang modern. Dan ada di subway kota singapura. Suasana di dalam MRT lumayan penuh, namun tetap rapih dan teratur. Walau penuh namun tidak berjejalan seperti layaknya transportasi di indonesia.

Terlihat pasangan muda mudi berpacaran di MRT , tanpa risih mereka berpelukan dan berciuman. Bagi warga Singapura mungkin itu hal yang wajar. Banyak wanitanya mengenakan baju yang minim/ u can see dan sexy dengan rambut pirang dan diluruskan. Sedangkan prianya menggunakan kaos dnegan celana pendek selutut dengan gaya rambut di jelly dan pirang.

Semua terlihat individual sekali. Ada yang asyik berpacaran, ada yang asyik dengan mp3 nya dengan manggut2kan kepala mengikuti musik ditelinganya. Ada juga gerombolan para ABG yang sexy dan ketawa ketiwi Bahkan di terminal MRT , banyak sekali orang lalu lalang , ada yang asyik berjalan sambil membuka laptopnya. Dan anehnya tidak menabrak orang dan tiang didepannya

Melihat kota Singapura, mudah disimpulkan yaitu kota pusat belanja karena dimana mana hanya mall dan mall , dari bawah tanah maupun yang menjulang tinggi diatas tanah.
Rhytme kehidupan sangat cepat dan energik, semua terlihat rapih , bersih tidak ada satu sampah pun terlihat di jalan, semua teratur , disiplin, dan on time schedule.

Semua menyebrang sesuai tempatnya. Dan tidak ada tangga penyebrangan spt di Jakarta yang sangat panjang dan membuat orang enggan melaluinya karena membuat lelah. Di Singapura semua rapih dan praktis. Jika harus ada tangga, dibuat tangga berjalan elektronik.
Tempat penyeberangan selalu di sudut lampu merah. Tempat buat pejalan kaki sangat lebar, sehingga kebiasaan berjalan dari satu gedung dan gedung yang lain nyaman. Semua warga terbiasa jalan lalu lalang dari satu halte ke halte yang lain.

Penduduk Singapura terlihat sibuk walau tujuannya hanya shoping , jalan-jalan atau hanging around di cafe. Disepanjang jalan ditanami pohon-pohon besar sehingga terlihat sejuk dan tidak polusi. Burung –burung liar sengaja dilepas dipepohonan, sehingga menjelang sore kicauan burung sangat riuh menambah suasana kota yang modern tsb tetap asri dan romantic.

Selama memperhatikan sudut-kota Singapura, banyak hal yang menarik buat ku. Aku lihat disana tidak ada pengamen, pengemis, kenek bis, pedagang asongan, kaki lima bahkan warga yang berpenampilan kotor dan lusuh pun tidak ada.

Dan yang menarik perhatianku lagi , semua pekerjaan pelayan, pemberi plastik payung di mall, penjual es kricm di dorongan, sampe tukang sampah dimall adalah para manula. Posisi pekerjaan tsb tiak boleh di isi oleh anak muda. Pemerintah singapura ingin memberdayakan para manula agar tidak stress hanya tinggal berdiam diri dirumah.

Yang menarik lagi, saat hujan turun semua mall menyediakan plastik di depan pintu masuk untuk payung-payung pengunjung agar tidak menetes dan becek dilantai mall.

Selama di singapura saya banyak melihat berbagai macam wajah bahkan ribuan wajah yang berbeda-beda . Ada yang berdarah melayu, India , Chinese bahkan Eropa . Sungguh menambah kagum saya akan kebesaranNya

Negara Singapura tidak mengandalkan kekayaan alam untuk menarik simpati wisatawan , tapi dengan menjual dirinya dengan ke moderanitasan kota dan tekhnology nya. Seperti di Clark Quey pusat cafe di pinggir sungai kota Singgapura. Sunggainya seperti di kota Jakarta , dan kalah jauh dibandingkan sungai Musi dan Kapuas. Namun Singapura berhasil mengemas sungai tersebut menjadi bersih dan tidak berbau sehingga enak untuk tempat duduk- duduk menjelang petang hingga dini hari. Suasana romantic terlihat dengan jajaran cafe kelas menengah atas dan lampu-lampu kota menambah indah suasana. Para wisatawan duduk-duduk sepanjang malam tanpa takut akan preman.

Begitu pula dengan pantainya , kalah jauh dengan Indonesia. Namun mereka bisa mengemasnya dengan menciptakan song of the sea dengan teknologi air mancur dan laser yang semua dilakukan diatas pantai yang tidak seberapa luas tsb.

Saat terdengar lagu daerah Indonesia di song of the sea dan diumumkan bahwa itu lagu tersebut milik Malaysia , aku pun tersenyum miris lagi. Dan saat naik boat mengitari kota Singapura, dan tour giude menceritakan ttg Michael Jakson yang bela2 in datang ke Singapura untuk lihat orang utan. Aku miris lagi. Saat tau botanical garden dipenuhi species anggrek , saat kebun binatangnya bisa menjual diri dengan beriklan ada 8000 burung dan 600 species burung
Banyak hal dimana indonesia lebih mampu untuk dijual

Singapura memang menarik untuk pertama kali dilihat. Namun yang ditawarkan hanya hiburan jasadiah semata tanpa menyentuh jiwa sehingga kita mudah sekali lelah . Semua dikemas dengan teknologi dan kematerian.

Singapura salah satu negeri modern dimana taman-taman buatan terlihat apik dan menarik
Singapura negerinya para pebisnis , pusat belanja dan kematerian. Namun Singapura bukan negeri untuk liburan melepaskan penat dan bukan tempat holiday panjang.

Namun perjalanan ku tetap sangat sangat menarik, karena bisa melihat negeri indah , negeri tetangga yang telah modern. Negeri untuk studi banding para pejabat kita agar menyontoh sistem bermasyarakat yang disiplin ,rapih dan bersih. Negeri untuk mengaca diri seberapa parahkan negara kita di korupsi olah pejabat yang tidak bertanggug jawab. Negeri untuk dilihat dan bersyukur akan ciptaanNya

Surat AL Hujurat ayat 13
” Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku suku saupaya kamu saling kenal mengenal ”

@Singapura 7-8 March 2009